People of The Year 2013 -Membidik Sang Pemenang


Jika pada tahun sebelumnya   penyandang gelar People of The Year   KORAN SINDOadalah orang-orang   dengan latar belakang politik-ekonomi,   tahun ini KORAN SINDO memilih tokoh   dari bidang olahraga sebagai   People of The Year 2013      

Adalah Indra Sjafri, sosok   yang dinilai layak atas gelar   POTY 2013. Nama pria   berdarah Minang itu menjadi   perbincangan hangat   lantaran sukses membawa Tim Nasional   U-19 asuhannya memenangi   Asean Football Federation (AFF) 2013   dan lolos ke putaran final Piala Asia U-   19. Indra Sjafri mampu mengungguli   sembilan kandidat lain semisal tim besutannya   sendiri, Timnas U-19, Haryanto Albar (penemu listrik mikrohidro),   Angkie Yudistia (founder dan   CEO Thisable Enterprise), Valencia   Mieke Randa (founder Blood for Life),   Karen Agustiawan (direktur utama   Pertamina), Jahja Setiaatmadja (presiden   direktur BCA), Abdullah Azwar   Anas (bupati Banyuwangi), Joe Taslim   (aktor), serta Utami Roesli (aktivis hak   bayi untuk mendapatkan air susu ibu).   

Penetapan Indra Sjafri sebagai pemenang   POTY dilakukan melalui serangkaian   tahap seleksi metodologi   yang cukup ketat. Diawali dengan focus   group discussion (FGD), nama Indra   Sjafri disebut oleh mayoritas peserta   FGD yang notabene merupakan anggota   tim redaksi.

Tak hanya nama Indra   yang mencuat, nama-nama lain   juga menjadi pembicaraan sehingga   akhirnya terpilihlah 10 nama kandidat   yang sekiranya layak menjadi tokoh   paling berpengaruh versi KORAN   SINDOini.   Setelah menentukan 10 kandidat   terbaik, proses selanjutnya adalah survei   publik dan wawancara dengan panel   expert.

Untuk menjaring pendapat   publik, ada dua sistem yang dilakukan.   Pertama, melalui telesurvei (percakapan   melalui telepon). Kedua, melalui   survei online. Metode melalui   percakapan telepon dilakukan pada   periode 28 Oktober - 28 November   2013. Responden di sembilan kota   besar di Indonesia (Jabodetabek,   Bandung, Semarang, Yogyakarta,   Surabaya, Medan, Makassar,   Denpasar, dan Palembang) dipilih   secara acak dari buku telepon. Adapun   survei onlinedilakukan antara 25   November hingga 7 Desember 2013   melalui situs www.sindonews.com dan   www.koran-sindo.com.   

Melalui dua media tersebut,   terkumpullah 1.000 responden untuk   survei telepon dan 772 responden   untuk survei online. Dalam survei   telepon, muncul lima kandidat terbaik   yakni Timnas U-19, Angkie Yudistia,   Haryanto Albar, Indra Sjafri, serta   Utami Roesli. Untuk survei melalui   telepon, Presiden Direktur BCA Jahja   Setiaatmadja berhasil menduduki   peringkat pertama diikuti empat   besar: Indra Sjafri, Haryanto Albar,   Timnas U-19, serta aktor laga Joe   Taslim.   Survei publik tidak menjadi satusatunya   alat untuk menentukan pemenang.   Tahap selanjutnya adalah penilaian   dari panel expert.

Dari tahun ke   tahun, pemilihan pemenang POTY   memang selalu melibatkan juri yang   representatif, kompeten, dan memiliki   kredibilitas yang tidak diragukan   di bidangnya.   Untuk tahun ini terpilih tujuh tokoh   untuk terlibat dalam proses penentuan   pemenang. Mereka adalah   Yuswohady (konsultan pemasaran),   Siti Zuhro (peneliti senior LIPI), Hasnul   Suhaimi (CEO XL Axiata), Noni S   Purnomo (President Director of Blue   Bird Group Holding), Ary Ginanjar   Agustian (pendiri ESQ Leadership   Center), Agustinus Prasetyantoko   (dekan Fakultas Ilmu Administrasi   Bisnis dan Ilmu Komunikasi, Unika   Atma Jaya), serta Makarim Wibisono   (direktur eksekutif ASEAN Foundation).
   
KORAN SINDO melakukan indepth interview untuk menjaring pendapat   dari para tokoh tersebut.   Wawancara dengan panel expertbukanlah   tahap final. Masih ada satu lagi proses untuk mendapatkan tokoh yang   paling layak mendapat anugerah People   of The Year utama atau terbaik di antara   yang terbaik, yakni melalui FGD final   redaksi.

Pada tahap ini, penilaian dari   semua pihak, baik survei publik secara   onlineserta telepon maupun penilaian   dari panel expertdigabungkan   kemudian dilakukan scoring. Hasilnya,   Indra Sjafri memperoleh skor tertinggi.   

Akhirnya dicapailah kesepakatan   untuk menetapkan Indra Sjafri sebagai   tokoh terbaik pilihan KORAN SINDO   dalam People of The Year 2013.   Selain memilih People of The Year,   KORAN SINDOjuga memberikan   penghargaan khusus kepada para tokoh   yang pada 2013 dinilai telah memberi  kontribusi serta manfaat besar   bagi banyak orang dan lingkungan di   bidang masing-masing. Untuk POTY   2013, ada delapan kategori yang ditetapkan yakni CEO BUMN, CEO   swasta, kepala daerah, tokoh perempuan,   tokoh muda, tokoh social entrepreneur,   atlet berprestasi, serta lifetime   achievement.

Penetapan pemenang   untuk kategori khusus ini tidak melibatkan   survei publik, melainkan   murni berdasarkan pilihan panel expertdan   tim redaksi.   Untuk kategori CEO BUMN, Ignasius   Jonan (direktur utama PT Kereta   Api Indonesia) terpilih sebagai pemenang.   Jonan yang menjabat sebagai direktur   utama PT KAI sejak 2009 memulai   sekaligus mengomandani pelaksanaan   berbagai inovasi dan perbaikan   layanan untuk mengubah wajah   perkeretaapian Indonesia. Upaya   Jonan melakukan transformasi di tubuh   PT KAI dimulai dengan mengajak   seluruh pegawai PT KAI mengubah pemikiran   dari product orientedmenjadi   customer oriented. Mutu dan prosedur   operasional sangat diperhatikan demi   kenyamanan, ketepatan waktu, dan   keselamatan penumpang.   

Pembenahan di sektor manajemen   dilakukannya dengan tiga langkah utama.   Pertama, setiap orang diberi tugas,   target, dan tanggung jawab yang lebih   jelas. Kedua, perbaikan kompensasi   hingga standar umum. Dan ketiga, penerapan   reward and punishment. Apabila   ada pegawai atau pejabat yang tidak   bisa beradaptasi dengan perubahan paradigma   dan budaya kerja ini, Jonan tidak   segan-segan "membuang" bahkan   memecatnya.Sementara itu, untuk CEO perusahaan   swasta terpilih Jahja Setiaatmadja   selaku presiden direktur Bank Central   Asia (BCA).

Kiprah Jahja mampu   mencuri perhatian para juri. Kepiawaiannya   dalam mempertahankan posisi   BCA sebagai salah satu bank terbesar   di Indonesia dinilai layak mendapat   apresiasi.   Dalam kategori kepala daerah, pilihan   jatuh kepada Bupati Banyuwangi   Abdullah Azwar Anas. Sebelum dipimpin   Anas, Banyuwangi relatif tertinggal   dibanding daerah lain di Jawa Timur.   

Anas merancang berbagai solusinya   dengan memetakan potensi yang   ada berdasarkan kekhasan daerah   agar mempunyai diferensiasi dan berdaya   saing tinggi. Alhasil, kini Banyuwangi   menjelma menjadi salah satu kabupaten maju dan paling menjanjikan   di Indonesia.   Susi Pudjiastuti, ownerdan CEO   Susi Air, terpilih sebagai figur terbaik   kategori tokoh perempuan.

Dia dinilai   mampu membuka akses lebih mudah   ke berbagai daerah pelosok di Indonesia   melalui maskapai yang   didirikannya.   Selanjutnya, gelar tokoh muda diberikan   kepada peneliti dari Jurusan   Teknik Kimia Fakultas MIPA Institut   Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya   (ITS) Sri Fatmawati.

Penelitiannya   potensial menghasilkan senyawa   obat untuk menyembuhkan berbagai   penyakit seperti malaria, infeksi, diabetes,   kanker, alzheimer, bahkan diharapkan bisa berkembang untuk mengobati   HIV.   

Kategori social enterpreneur dimenangi   oleh Suratimin. Kiprah Suratimin   yang secara konsisten melakukan   usaha konservasi di Gunungkidul sekaligus   memberdayakan masyarakat   desa membuat para juri dan dewan redaksi   memberi nilai plus kepada bapak   dua anak ini.   Untuk tahun 2013, KORAN SINDO   juga mengusung kategori atlet berprestasi.   

Pemain bulutangkis ganda   campuran Indonesia Liliyana Natsir   mendapat apresiasi terbaik dengan   berbagai prestasi di ajang internasional   yang diraihnya.   Gelaran People of The Year Koran   Sindo 2013 juga menghadirkan penghargaan   khusus lifetime achievement.   

Apresiasi istimewa ini dianugerahkan   kepada tokoh yang berdedikasi penuh   kepada bangsa dan negara serta konsisten   memberikan kontribusi di jalur   yang ditekuninya. Pilihan dewan redaksi   dan tim juri jatuh kepada Prof   DR (HC) Ing Dr Sc Mult Bacharuddin   Jusuf Habibie. Keteladanan, pengaruh,   dan konsistensinya sebagai cendekiawan   menjadi alasan KORAN   SINDOmendaulat presiden ketiga RI   ini sebagai penerima penghargaan   lifetime achievement.   

Membangun Optimisme Masa Depan   
Optimisme, visi, kerja keras, dan tekad   yang besar untuk memajukan dunia   sepak bola nasional tecermin dalam   sosok Indra Sjafri. Perjuangan Indra   Sjafri untuk membawa timnya menuju   kesuksesan memang tidak mudah.   Demi mencari bibit-bibit unggul sepak   bola nasional di daerah-daerah pelosok,   Sjafri rela mengorbankan waktu, tenaga,   bahkan uang pribadinya.

Dengan   tekun dia berpindah dari satu tempat ke   tempat lain untuk menemukan   pemain-pemain muda potensial.   Seperti dikatakan salah satu juri Siti   Zuhro, figur Indra Sjafri sangat dibutuhkan   saat ini. "Indra Sjafri mampu   membawa optimisme bagi bangsa. Kiprahnya   sangat menginspirasi terutama   bagi kaum muda.

Dia layak mendapat   apresiasi," kata peneliti LIPI tersebut.   Dengan cita-cita tertinggi bukan   sekadar piala dunia U-20 tahun depan,   Indra dan jajaran pengurus PSSI serta   FIFA bahkan sudah mengeksplorasi   dan menyusun bersama beberapa   langkah membentuk timnas masa depan   yang kuat di segala lini.   

Kiprah serta sepak terjang Indra   Sjafri dan sosok-sosok lain peraih anugerah   People of The Year 2013 diharapkan   bisa membawa inspirasi bagi   banyak orang. Mereka menggugah   kita.

Mereka membuka mata kita   bahwa di tengah berbagai masalah   yang tengah melanda bangsa ini ternyata   masih ada orang-orang hebat   yang mampu membawa optimisme   baru bagi bangsa.   Semoga ajang People of The Year   2013 bisa menjadi pewaris semangat   dan kinerja para tokoh yang menerima   anugerah penghargaan serta mendorong  munculnya semakin banyak   orang biasa dengan kiprah luar biasa.   Demi bangsa.  (wiendy hapsari/ litbang)

Download profil Pemenang

* Indra Sjafri
* Jahja Setiaatmadja
* Abdullah Azwar Anas
* Suratimin
* SriFatmawati
* Liliyana Natsir
* Susi Pudjiastuti
* Bacharuddin Jusuf Habibie