People of The Year 2006-Karena Masa Selalu Berganti...


Masa selalu berganti, sejarah selalu berulang,dan setiap perulangan sejarah selalu menghasilkan tokoh.Perjalanan Indonesia dalam menapaki masa 12 bulan selama 2006 turut mencatat peran-peran tokoh di berbagai bidang.Peran mereka,secara langsung maupun tak langsung telah memberikan pengaruh yang begitu besar bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menyadari betapa besar jasa para tokoh,sudah sepantasnya, sebuah apresiasi diberikan bagi mereka. SINDO mencoba untuk menggali apresiasi itu lewat jajak pendapat yang diberi tajuk People of The Year 2006.Sebanyak 2000 responden berhasil dijaring untuk masingmasing menetapkan siapa tokoh yang paling berpengaruh di bidangnya.

Data responden diambil dari buku telepon/pembaca SINDOdi tujuh wilayah Indonesia, yakni: Jakarta,Surabaya, Semarang,Bandung,Makassar, Denpasar,dan Medan. Setiap responden diajukan pertanyaan terbuka seputar siapa tokoh-tokoh yang paling berpengaruh di bidang politik, ekonomi,hukum serta budaya.

Pertanyaan model ini dipilih agar tiap responden tidak merasa dibatasi dalam mengutarakan pendapatnya.Dan selama lebih dari 1 bulan dilakukan pengumpulan data (23 Oktober - 30 November 2006),survei SINDO menetapkan Susilo Bambang Yudhoyono sebagai tokoh politik paling populer, Kapolri Jenderal Polisi Sutanto tokoh di bidang hukum terpopuler, Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) sebagai budayawan terpopuler, serta Kwik Kian Gie sebagai tokoh ekonomi terpopuler.

Penobatan tokoh-tokoh tersebut sebagai People of The Year 2006oleh para responden dilatarbelakangi oleh beragam alasan.Untuk bidang politik misalnya.Presiden Susilo Bambang Yudhoyono jadi jawara karena responden menilai Presiden ke-6 RI ini memiliki peran yang sangat menonjol dalam mengambil kebijakan-kebijakan politik di Indonesia.Wajar saja mengingat statusnya saat ini yang menyandang sebagai orang nomor satu Indonesia saat ini. Sementara,untuk kategori ekonomi,nama Kwik Kian Gie berada di peringkat teratas.

Sampai saat ini,Kwik ternyata tetap jadi idola sebagian besar responden meski kiprahnya di pemerintahan sudah terhenti sejak tahun 2004. Walaupun memang,sampai kini Kwik masih aktif menyumbangkan analisisnya di berbagai media massa. Banyak orang mengidolakan Kwik sebagai ekonom yang mampu menghasilkan kebijakan prorakyat.

"Waktu dulu Kwik masih jadi menteri,ekonomi kita baik-baik saja.Tapi kenapa di tangan menterimenteri yang sekarang ekonomi rakyat malah jadi makin terpuruk. Harga naik terus,BBM langka. Mengapa Pak Kwik tidak diaktifkan lagi saja sih?"kata Hendra,35,responden yang tinggal di Semarang. Di bawah Kwik,muncul namanama ekonom lainnya yang saat ini duduk dalam pemerintahan.

Seperti Sri Mulyani,Aburizal Bakrie,Boediono,serta Jusuf Kalla. Di bidang hukum,Kapolri Sutanto menempati tempat teratas karena dinilai konsisten dengan komitmennya memberantas penyakit masyarakat seperti judi dan narkoba.

Sutanto unggul di semua wilayah cakupan survei. Vita,seorang ibu asal Medan mengaku,dirinya begitu resah dengan tingkat perjudian di Medan yang semakin hari semakin marak. Apalagi itu terjadi di lingkungan rumahnya sendiri.Namun,setelah Sutanto naik menjadi Kapolda, angka perjudian di Sumut lambat laun menurun.

"Mudah-mudahan saja,Pak Sutanto yang sekarang sudah jadi Kapolri bisa terus memberantas judi di tanah air.Saya sudah muak melihat orang-orang main judi,"tuturnya. Bagi Saras ,26,tinggal di Jakarta, kekagumannya pada Sutanto justru dilihat pada keberaniannya menyeret para koruptor kelas kakap ke penjara.

"Dulu mana mungkin koruptor dari kalangan pejabat di penjara. Tapi sekarang sudah banyak.Itu suatu kemajuan walaupun memang belum maksimal banget," katanya. Untuk bidang budaya,Cak Nun menduduki peringkat pertama. Sosoknya yang kalem,santun dan kharismatik menumbuhkan daya tarik tersendiri di mata responden.

Cak Nun bersama Kiai Kanjeng-nya kerap tampil tak hanya di daerah Jawa tapi juga di luar Jawa dan bahkan luar negeri.Rata-rata itu dilakukannya sebanyak 10-15 kali per bulan dengan acara massal yang umumnya dilakukan outdoor. "Setiap adashowCak Nun dan Kiai Kanjeng di TIM,aku pasti ikut. Sayang banget kalau dilewatkan.

Dia (Cak Nun) selalu membahas masalah-masalah yang memang sedang hangat saat ini dan cara ngebahasnya itu menarik banget. Humoris dan nyambung,"tutur Rio, responden asal Jakarta. Di bawah Cak Nun,ada namanama budayawan sekelas WS Rendra,Garin Nugroho,Butet Kertaradjasa serta Taufik Ismail. Masing-masing dianggap punya keistimewaan dalam hasil karya yang dihasilkan.Dan karya tersebut mudah diterima dan dinikmati juga oleh berbagai kalangan.(Litbang SINDO)

Download Profil Pemenang

* Susilo Bambang Yudhoyono
* Kwik Kian Gie
* Jenderal Polisi Sutanto
* Emha Ainun Nadjib